pemahaman konsep matemati

  1. 1.      Pemahaman Konsep

Pemahaman terhadap konsep merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran dan memecahkan masalah, baik di dalam proses pembelajaran maupun di dalam kehidupan nyata. Selain itu, Konsep-konsep merupakan pilar-pilar pembangun berpikir atau dasar bagi proses-proses mental yang lebih tinggi untuk merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi-generalisasi. Pemahaman merupakan terjemahan dari istilah understanding yang diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi yang dipelajari (Herdian, Tersedia Online pada http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/kemampuan-pemahaman-matematis/).Berdasarkan pernyataan tersebut diperoleh bahwa pemahaman bukanlah suatu bentuk kegiatan hafalan rumus atau materi saja, namun lebih ditekankan pada pemaknaan materi terhadap konsep-konsep yang ada.

Menurut Fauzan (2012:27) “Penanaman konsep atau merumuskan konsep juga memerlukan keterampilan, baik keterampilan jasmani meliputi keterampilan-keterampilan yang diamati sedangkan rohani seperti keterampilan berpikir, penghayatan, serta kereativitas untuk menyelesaikan dan merumuskan suatu masalah atau konsep” .

Pembelajaran dengan pemahaman konsep sering menjadi bahan kajian yang sangat luas dan mendalam dalam penelitian pendidikan matematika. Dahar (1988:95) menyatakan bahwa belajar konsep merupakan hasil utama pendidikan. Kemampuan memahami konsep menjadi landaasan untuk berpikir dan menyelesaikan masalah atau persoalan. Konsep-konsep itu akan melahirkan teorema atau rumus. Agar konsep-konsep atau teorema-teorema dapat diaplikasikan ke situasi yang lain, perlu adanya keterampilan menggunakan konsep-konsep atau teorema-teorema tersebut.

Langkah-langkah dalam menanamkan suatu konsep matematika berdasarkan penggabungan beberapa teori belajar Bruner menurut Herman Hujono (2003:123) antara lain teori konstruksi, teori notasi, teori kekontrasan dan variasi serta teori konektivitas adalah sebagai berikut:

  1. Pengajar memberikan pengalaman belajar berupa contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep matematika dari berbagai bentuk yang sesuai dengan struktur kognitif pesertadidik.
  2. Peserta didik diberikan dua atau tiga contoh lagi dengan bentuk pertanyaan.
  3. Peserta didik diminta memberikan contoh-contoh sendiri tentang suatu konsep sehingga dapat di ketahui apakah peserta didik sudah mengetahui dan memahami konsep tersebut.
  4. Peserta didik mencoba mendefinisikan konsep tersebut dengan bahasanya sendiri.
  5. Peserta didik diberikan lagi contoh mengenai konsep dan bukan konsep.
  6. Peserta didik diberikan drill untuk memperkuat konsep tersebut.

Pemahaman konsep merupakan aspek kunci pembelajaran matematika. Pembelajaran dikatakan berhasil jika siswa mampu memahami konsep materi yang diajarkan guru. Siswa tidak sekedar mengingat atau menghafalkan rumus saja tetapi mampu memahami konsep tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari atau pemecahan masalah. Hal ini sesuai dengan pernyataan Suherman,dkk (2002:43), bahwa “belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep dan struktur-struktur yang terbuat dari pokok bahasan yang diajarkan”.

Menurut Lisnawati (1993;73), pendekatan yang dapat dilakukan agar siswa dapat memahami konsep-konsep matematika lebih mendasar, adalah diantaranya:

1)  Dalam pembelajaran siswa menggunakan benda-benda kongkrit dan membuat abstraksinya dari konsep-konsepnya,

2)  Materi yang diberikan berhubungan atau berkaitan dengan yang sudah dipelajari,

3)  Mengubah suasana abstrak dengan menggunakan simbol, dan

4)  Matematika adalah ilmu seni kreatif karena itu pembelajarannya sebagai ilmu seni.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya dalam pemahaman konsep diperlukan aktivitas-aktivitas yang mengantar anak ke pengertian konsep. Senada dengan hal di atas, Kurniawan (2006:6) ”Modal utama dalam mengerjakan sebuah soal adalah memahami konsep materi dari soal tersebut, bahkan dalam pengerjaan soal antar ruang lingkup, diperlukan pemahaman beberapa konsep”.

Menurut NCTM (1998:223), penilaian pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep matematika siswa harus menunjukkan hal sebagai berikut:

1)    Memberi label, mengungkapkan dengan verbal, dan mendefenisikan dengan konsep.

2)    Mendefenisikan dan mengembangkan contoh dan bukan contoh.

3)    Menggunakan model, diagram, dan simbol untuk mempresentasikan konsep-konsep.

4)    Menterjemahkan dari suatu model representasi ke model lain.

5)    Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep.

6)    Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenali kondisi-kondisi yang menggambarkan suatu konsep khusus.

7)    Membandingkan dan membedakan konsep-konsep.

8)    Mengintegrasikan pengetahuan mereka tentang berbagai konsep.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s